BLOGGER TEMPLATES AND IMVU Layouts »

Friday, February 24, 2012

THE GOOD, BAD AND UGLY

Biasanya di tahun baru ini saya akan semangat menulis, terutama tentang resolusi. Tapi rasanya ditahun baru ini saya ingin menulis tentang yang sudah lewat...apakah post ini sebuah review? nop review kesannya berat bangett...cuma sekedar refleksi atas yang sudah terjadi, yang sudah diambil pelajarannya...yang berharap untuk tidak diulangi, untuk lebih pintar lain kali...


OOooH HappY Day
Hayoooo yang mendekati 30 angkat jari!!!! hahahaha jangan deh malu *apalagi kalo belom kawin hihihihihi *unjuk gigi ajaaaa...well saya tahu persepsi ini ga bisa main pukul rata..tapi lagi-lagi ada yang namanya kalimat "biasaaaaaaaaanyaaaa......" hehehehe. Saya lanjutkan, biasanya umuran mendekati 30 udah bukan anak bawang lagi di kantor, biasanya ada di tingkatan middle menuju senior level, atau bahkan mungkin sudah berada ditingkatan yang lebih baik lagi. Benefit di level ini pasti membuat anda merasa lebih dipercaya, lebih pegang kemudi, arus financial pun sudah cukup melegakan kantong...yang dulunya nabung sekarang bisa invest, yang dulunya minta sekarang bisa memberi...

and yes best feeling is knowing u we're worth...


Good War, 
Sering banget dengar pribahasa yang bilang "Ga ada hari ini kalo ga ada kemarin", "Ga ada menang, kalo ga ada perjuangan", intinya si segala yang baik yang kita miliki hari ini, adalah apa yang kita perbuat kemarin...kalo punya tabungan banyak di hari ini jelas karena kita berhasil menabung, berhasil menahan nafsu berbelanja, berhasil melakukan solusi kreatif untuk menghentikan pengeluaran..kecil sekali kemungkinannya kalo seandainya penyebabnya menang undian..tapi tetap sih mungkin saja.

Saya yakin di tiap fase hidup manusia ada pasti yang namanya Good war, contohnya seperti: belajar untuk ujian, karena mau berhasil kita menyatakan perang melawan hasrat diri, we say no TV, no to video game, we commit to rewind all the lesson..we commit to practice harder...and the final score you deserve for A+...what happen after we're done with the goals?

                          ....some people celebrate their victory, and some are drowned in their victory...


Bad Peace,
Rasa bangga sudah menjelaga didada, kemenangan dan pengakuan sudah diraih, whats next? terkadang mempertahankan lebih sulit dari meraih..di periode sudah menang ini kita pasti menjadi lebih PD, lebih pintar untuk melancarkan aksi, untuk mengolah strategi dan tentunya lebih gengsi kalo kalah gigi.


Mempertahankan untuk tetap menang, untuk selalu berhasil merupakan suatu tantangan yang berbeda lagi, yang ternyata setelah saya lalui membutuhkan kerendahan hati ..kerendahan hati untuk tetap mau tenang dalam keadaan yang terkadang jauh dari rasa damai..aneh ya? iya padahal udah menang loh...apalagi yang bikin hati ga tenang?

                         but because he loves what is behind him"




The UGLY Truth,
Manusia tercipta lengkap dengan nafsunya, dalam manajemen kontrol yang baik, nafsu malah bisa jadi pembangkit semangat, dan sebaliknya nafsu bisa jadi senjata makan tuan, menjadikan si manusia itu sendiri sebagai penyebab dari semua nasib buruknya, so classic...

Jadi harus bagaimana untuk selamat dari diri sendiri? 
dari keadaan yang tidak menguntungkan? 
dari keegoisan orang-orang? 
dari nasib yang tak kunjung terang?
 dari surutnya iman?

Sejauh yang sudah saya tempuh, nafsu selalu bisa ditundukkan dengan logika dan doa, memang selalu ada pergolakan untuk menahan diri dari melakukan yang seharusnya dilakukan, membuat saya berjalan jauh dari jalan yang ideal, dihantui keraguan atas segala sikap dan keputusan yang pernah diambil, yang terburuk dari semua ini adalah merasa menjadi yangg terbodoh. ironis memang...but that bitter truth come with the reality that i passed those path. i done with that baggage.


Meragu itu menyeramkan, makanya saya selalu memaksa hati dan kepala melakukan vote yang sama atas setiap keputusan yang saya harus ambil. Pagi ini sekelompok kenangan tentang dulu datang lagi, mempertanyakan keyakinan saya dalam "merasa"...saya tidak buta, tuli dan bisu, jadi seharusnya merasa adalah soal gampang...tapi hari ini dan semua kenyataan yang telah terjadi membuat saya bertanya, pertanyaan yang sekalinlagi juga ironis...karena sebenarnya saya tahu jawabannya dengan sungguh yakin...


dan dalam kebenaran yang pahit, jika kita mampu menelannya, mengakuinya...disanalah kita memenangkannya...


Thursday, November 17, 2011

Once Upon a Time in August

Merdeka itu ngejalanin hidup dg gagah berani, bebas dr intimidasi nasib, 
percaya bhw pilihan yg kita buat adl sebaik2nya iktiar,doa&amal :)
 

Tuesday, November 15, 2011

Bottle it Up



The Geographical Sin

Di pertengahan umur 20 ini saya yakin, bahwasanya saya sudah melalui masa-masa "glamour". Ya, saya memilih "Glamour" untuk menggambarkan adrenalin yang terpacu kencang, layaknya roller coaster yang sedang menanjak tinggi dan siap dihempas turun dengan kecepatan kilat...layaknya perasaan ingin memiliki sepatu coklat kulit yang cantik menawan dari balik etalase toko, layaknya menunggu dengan cemas ketika saya tahu tabungan saya sudah lebih dari cukup untuk membeli gadget impian, dan tentunya..layaknya.... jika saya dan anda tahu seseorang dengan pesonanya sudah berhasil mencuri mata anda...

tapi ini bukan tentang cinta

Glamour adalah kata yang lebih sering dipakai dalam pendekatan "gaya hidup", umumnya gaya hidup selebritis, ga semua orang bisa hidup Glamour walaupun orang itu kaya raya..Glamour buat saya adalah berlebihan, namun layaknya manusia lemah lainnya saya pun terperdaya oleh daya tariknya.. dan kali ini pun humor Tuhan sungguh menggoda..membuat mata tertancap syahdu, dan syahwat berucap ampun...

Glamour (presentation), an appearance of enhanced attractiveness - wikipedia

Layaknya gaya hidup glamour yang harus dibayar dengan tidak murah, kali ini pun dimoment sejenak yang glamour itu saya membayarnya dengan mahal, dan buat saya tidaklah murah mempertanyakan batasan moral code...dan bahkan saya paham betul bahwa untuk komitmen yang satu itu tidak mengenal grey area..im not blind by your charm, i know what it is..this is the Geographical Sin...even the disclaimer cant reverse my idealism..

The Virtue Fall
Saya percaya bahwa diumur yang katanya dewasa ini,  mata tak lagi hanya percaya akan visinya, bahwasanya ketika saya melihat keindahan Tuhan maka disaat yang sama hati menilik lebih dari bentukan fisik, dan kali ini bukan tentang apa yang terlihat oleh mata...sesuatu yang ringan telah memenangkan rasa simpati saya, dan betapa mudahnya simpati berubah menjadi kekaguman. Kekaguman yang santun, yang sederhana, yang tertelan  formalitas nilai sosial.


Sebaris alinea diatas cukup lama menggantung tanpa kelanjutan, sampai akhirnya cerita lain datang lagi, hadir dengan membawakan ke-glamourannya, mempertanyakan hal yang sama, tapi kali ini saya tidak takut untuk terlibat dalam kemeriahannya, bahkan saya ingin melakukan study kecil tentang apa yang berada dalam kepala mereka, apakah mereka menemukan keanehan seperti saya? apakah saya terlalu over analysis?


where is the boundaries?  
Maybe the rules of intimacy are something you have to define for yourself. (Grey Quotes)


Once my mom told me that a man kindness is nothing that girls cant count more than as simple kindness, and nothing as can be closer to the true result than a verification of the statement. Untuk seorang anak perempuan yang menganut pemikiran yang conservative 2 nasehat tersebut sangat bisa menenangkan hati saya. Membuat saya mau tinggal lebih lama dalam ruas garis abu-abu...membuat saya mau menjadi lebih pintar dalam merasa, membuat saya menjadi lebih santun..There are some things you can't escape & other things you just don't wanna know...
 
Even though you can't expect to defeat the absurdity of the world, you must make that attempt. That's morality, that's religion. That's art. That's life.
Phil Ochs

Wednesday, September 28, 2011

Just For Me

My Ground Zero?
Bagaimana rasanya jika harus makan siang dengan menu yang sama setiap hari? setiap hari selama berbulan-bulan, bosan? PASTI...padahal judul utamanya adalah Makan untuk mengisi tenaga. Dan dalam konteks menjaga kesehatan makan adalah salah satu usaha yang menunjang daya tubuh. Suatu hal positive seperti makan saja bisa membuat bosan, apalagi dengan suatu hal yang negative seperti menangis terlalu lama, berduka tak mengenal waktu...membuat khawatir orang-orang yang masih bersedia tinggal dihidup anda. 


Ground Zero buat saya adalah titik nol yang seringkali orang sebut dengan "rock bottom", dan sama seperti yang orang-orang katakan tempatnya gelap, keras, kusut, sedih, sesek, dan memaksa mata dan hati merasa lebih dalam berpikir lebih keras. Semuanya salah, serba ga enak, serba resah, membuat perut tidak merasakan lapar, membuat mata tak lelah menangis, membuat semua rasa menjadi tawar, membuat lutut berada di posisi terbaiknya...berlutut untuk berdoa..

Setiap duka dan kesedihan punya masa berkabungnya, dan hidup terlalu berharga untuk hanya dilewati dengan setengah hati, dan pada masanya sebagai subject yang bersusah hati kita akan bosan berkabung, sebagai orang yang tahu bahwa hidup harus dirayakan dengan bersyukur saya memutuskan untuk berhenti, berhenti dari berkabung...angkat kaki angkat hati... so long Ground Zero...


The Sun Shyly Shine
                               
Celebrate endings – for they precede new beginnings.” 
— Jonathan Lockwood Huie
So i choose to dry my tears, wave a goodbye to that familiar face, to a hundred moment we had share...on my own..looking for a new beginnings..holding hands with my family and friends...i smile that today i found my peace...
                                                                      i glad u did..i glad i learned...


Saat saya traveling di Zero Ground, Kepala dan hati banyak melahirkan percakapan yang menarik, diantara orang-orang yang sudah melaluinya...saya belajar untuk banyak-banyak bersyukur, bersyukur untuk tetap hidup dan berani memilih untuk meneruskan mimpi ini dengan cara dan orang yang berbeda...bersyukur bahwa orang-orang terbaik saya tetap memilih berada disebelah saya, menerima saya ketika saya tidak dalam posisi terbaik saya.


Jadi tentu saja ketika saya berhasil keluar dari Ground Zero, saya hirup udara sebanyak-banyaknya, bersyukur sebaik-baiknya dan menikmati kembali hidup ini, 




 i take what life offering memy job
my  adorable family
my darling friends
my precious single times
.....i celebrate life....

Adapt or die. As many times as we've heard it, the lesson doesn't get easier. The problem is we're human. We want more than just to survive. We want love. We want success. We want to be the best that we can be. So, we fight like hell to get those things. Anything else feels like death. (Meredith - Grey Anatomy)

and i choose to ADAPT

Sunday, September 18, 2011

The Best Defense is..

Sering banget denger orang bilang kalo hidup ini adalah tentang berjuang. Mau pinter ya harus belajar sekalipun kalo kita lahir dengan IQ yang tinggi, mau kaya ya harus lebih dari sekedar nabung walaupun mungkin keluarga kita kaya 7 turunan, semua-semuanya tentang ingin adalah tentang mengusahakan lebih dari porsi standard. 

....tentang berjuang, ya tentang bertahan...

Sebaris kalimat diatas mungkin tidak bisa diaplikasikan disemua kasus yang menjadikan kita manusia adalah si pejuang, tapi malam ini saya ingin bicara untuk orang-orang yang masih setia dengan mimpinya...entah itu untuk dapat pekerjaan impian, mendapatkan jodoh, rejeki, naik jabatan atau apapun. Posting singkat ini untuk mereka yang masih percaya bahwa bermimpi adalah tentang berjuang...dan bertahan untuk diri sendiri disaat kenyataan dengan jarak impian terasa jauh adalah hal yang ga mudah, tapi juga bukan hal yang gak mungkin untuk dilakukan.

Tahun ini Allah mengabulkan mimpi saya dan tahun ini pula Allah memutuskan hal yang juga kontra dengan doa saya...tapi apapun yang terjadi pada 2 hal yang saya mohonkan, Allah telah menjawab dengan sebaik-baiknya jawaban...

Pada prosesnya saya gak langsung berdamai dengan kenyataan..bahkan di titik terlemah saya menyerah kepada hidup...air mata pasti...merana ada...dan disaat yang terlemah itu mungkin akal yang menyelamatkan dari jenuhnya emosi dan hati, akal mengajukan pertanyaan yang sangat melankolis: 

"kalo sedih terus abis ini gimana?"

Membuat saya merefleksikan hidup saya yang singkat..dimana tanpa harus banyak membantah bahwa hidup hari ini adalah tentang merayakan perjuangan yang telah berhasil dimenangkan...dan ketika hidup menjungkarbalikan saya untuk berada di sisi yang kalah kali ini dibanding menyerah saya mau lebih realistis yaitu dengan bertahan...mempertahankan impian saya dengan cara yang berbeda..percaya kalo suatu saat nanti akan menjadi kenyataan...percaya kalo saya bisa..percaya kalo Allah akan ridho....percaya kalo hari ini bukan akhir dari segala-galanya...

Bismillah...

Wednesday, September 7, 2011

YB (Your Best Friend)



i hope u not gonna be my long lost friend,
but if u need to be then i release you...

So long Best friend...thank you for the adventure :)

Friday, September 2, 2011

The Tale of 1st Date

Tadinya udah ga ada semangat posting, tapi gara2 denger lagu Mika yang "Blame it on Girls" jadi semangat lagi pengen posting...hahahaha liriknya aga nyeleneh ya tapi masih dapat dimengerti, silahkan dibaca lengkap liriknya di "Blame it on Girls".

Back at One
Saya percaya kalo semua hal di hidup ini wajib diusahakan, ga hanya karir saja yang wajib diperjuangkan begitu pula kalo kita bicara soal hati yang akan bermuara ke soal pencarian "soulmate"/"jodoh". Tahun ini saya diijinkan untuk mengevaluasi hati saya, diijinkan untuk melepas orang-orang yang saya sayangi, diijinkan untuk kembali menata hati...perjalanan menjadi sendiri lagi ini tidak bisa dibilang mudah, drama dan air mata pasti ada, tapi begitu juga dengan logika...setia mengikuti langkah-langkah kecil saya.

Dengan semangat mencapai cita-cita untuk punya keluarga sakinah, mawaddah dan warromah *hahahahaha* saya beranikan diri lagi untuk kembali ke anak tangga paling bawah...yaitu memulai untuk kenal dengan orang baru, laki-laki baru, pribadi baru...kalo kata sahabat saya,

"all worth it in time, believe that the whole trial and error process
will make u learn harder, faster, and lead u to the one"

Dan saya mau percaya bahwa si "the one" itu ada diluar sana, wanting to meet me.....*sedaaapppp.....

The 1st Step, the 1st Date
Salah satu serunya kembali menjadi single adalah kesempatan untuk ketemu banyak orang, setengah dari waktu luang saya habiskan untuk nongkrong bareng teman dan sahabat, diantara kumpul dan nongkrong bareng itulah saya banyak bertemu dengan muka-muka baru, tidak hanya lelaki tapi juga perempuan tidak hanya untuk pleasure dan social times but also business indeed. Back to the Jomblo-land, tentu saja banyak teman berdatangan dengan proposal comblang-mencomblangi dan saya selalu menjadi favorite mereka, katanya saya luwes masalah beginian, hahahahahaha lebih tepatnya saya terbuka si untuk dicomblangi, kenapa tidak? 

u never know if u never try....

Sama saja dengan semua orang yang baru belajar melangkah lagi, saya pun punya rasa nervous terpendam, tentu saja ada banyak kecemasan, pertanyaan dan sekumpulan rasa tidak nyaman, tapi bukankah itu harga yang harus kita bayar untuk sampai ketujuan? mengalahkan rasa takut? dan walaupun kita sudah berhasil mengalahkan rasa takut dalam hati tetap saja ada faktor eksternal lainnya yang bisa menjadi hambatan.....sesuatu yang tak bisa kita kendalikan...sesuatu yang hanya dapat kita bantu dengan memahaminya. setidaknya begitulah saya artikan...

Blame it on the Past
Dalam langkah kecil saya, senang rasanya bertemu dengan banyak wajah dengan banyak cerita yang mereka bawa. Sepotong percakapan yang panjang membuat saya merasakan kekayaan hidup yang paling hakiki, yaitu dengan berbagi. Teman dalam pencarian masa depan, datang dengan salam, kenal karena kisah-kisah yang sengaja dibuka...diantaranya sangat private....terkadang saya bertanya apakah saya yang terlalu jago bercerita, saya suka heran sendiri kenapa cepat sekali mereka membuka kisah private nya? apakah ini trend laki-laki jaman sekarang??? atau memang salah saya yang banyak tanya? kata Mika dlagunya...."Blame it on Girls, who to know what to do"....

Dia bertanya ringan ketika kami menyusuri satu persatu pertokoan disebuah mall "tipe kamu kaya apa si".....sejujurnya saya bingung kalo ditanya seperti ini karena menurut saya kalo "TIPE" maka kita akan merujuk pada kriteria fisik, dan sejujurnya si diumur 20an ini saya tidak lagi terpaku pada fisik, jadi begitu pertanyaan tersebut dilempar saya pun menjawab "ga ada tipe si asal nyambung aja dan hati kena jadinya bisa suka".....si pelempar pertanyaan lalu membuka jawabannya tentang fisik macam apa yang dia suka dari perempuan...at that times saya bingung..kok dia mau ya jalan sama saya secara saya tidak terdiskripsikan sama secara fisik dengan tipenya....menyerupai saja tidak....*nyengir* :P
Akhirnya kami sampai disebuah cafe dan lagi-lagi teman baru saya sangat inisiatif dalam hal sharing cerita, kali ini dia menceritakan alasan putus dengan mantan terakhirnya....ceritanya cukup panjang dan sejujurnya saya tidak menyimak. Kenapa saya tidak menyimak? karena jauh didalam hati kecil, saya merasa bahwa seharusnya first date kami bersih dari hal-hal yang sifatnya masa lalu, boleh si dia cerita ttg masa lalunya tapi ga juga pas 1st date kaleeee....surely now i figure my type would be a man who didn't ask annoying question and who didn't crack to soon... specially about the past relationship. 

Diakhir ceritanya dia tanya kenapa saya putus dari relationship saya yang terakhir? sejenak saya tatap mukanya...dan saya akhirnya cerita tidak sepanjang dia, singkat dan intinya saja...kenapa? karena saya yakin itu pertemuan terakhir kami...kenapa terakhir? karena saya rasa dia belum sembuh dari lukanya. Plus saya rasa saya bukan tipenya ya hahahahahaha... Trial and Error? yes it is, but still lesson learned.

Dalam tiap langkah kecil saya, walau hanya maju 3 atau 4 langkah saya berharap langkah-langkah tersebut sepenuhnya berisikan keoptimisan, berisikan harapan untuk sampai ke masa depan, dan walau hanya sesimple menikmati hari sabtu dengan wajah baru...saya mau langkah kecil saya tidak menganjal langkah lainnya, termasuk langkah yang seharusnya mengobati luka yang lalu. setidaknya begitu menurut pemahaman sempit saya.

Life could be simple but you never fail
To complicate it every single time
You could have children and a wife, a perfect little life

Like a baby you're a stubborn child -- what's the matter

Always looking for an axe to grind -- what's the matter
While you're wondering what the hell to do
We were wishing we were lucky like you